Contact Me

Email me: ivan_arista@yahoo.com


Friday, 2 July 2010

KAU MENGHANCURKAN HUBUNGAN INI, ...

Aktifkan NSP Rossa–Takkan Berpaling Darimu (Ost. Sinetron Munajat Cinta). Ketik: RING ON 119316 kirim ke 1212. Menangkan 3 paket wisata kapal pesiar (Singapore-Malaysia-Thailand), 13 iPod, dan 13 HP. (Dari: TELKOMSEL).

Pernahkah anda menerima SMS seperti itu? Setidaknya saya yakin setiap dari kita pernah menerima atau melihatnya di media massa. Salah satu teman saya juga menggunakannya dengan bunyi ”Kau menghancurkan hubungan ini, bla bla bla...”. Yah, apa yang terbersit di pikiran anda tentang pengguna-pengguna Nada Sambung Pribadi (NSP) atau yang dikenal juga dengan sebutan Ring Back Tone (RBT) itu?

Menurut pendapat saya, silahkan dibantah apabila anda tidak sependapat, penggunaan NSP itu adalah bentuk pengorbanan yang diberikan kepada orang lain untuk mengenakkan orang lain dan kita berkorban untuk itu. Mengapa demikian? Adalah karena kita membayar untuk menggunakannya, namun kita sama sekali tidak bisa menikmatinya. Bukankah sangat kecil kemungkinannya bagi kita untuk menelpon nomor handphone kita sendiri? Orang lain akan menikmatinya pada saat menghubungi kita, mereka tidak merasa bosan dan dapat mendengarkan lagu yang nikmat didengar dibandingkan dengan bunyi nada sambung biasa, tut... tut... tut...

Apabila maksud dari pengguna NSP itu adalah untuk berbuat kebaikan dengan berkorban untuk kenyamanan orang lain, maka tentunya hal itu adalah hal yang mulia. Memberikan apa yang kita punya kepada orang lain, jelas hal itu adalah tindakan terpuji, namun apabila kita tidak berniat membantu orang lain dalam bentuk yang lain, bukankah hal itu malah menjadi hal yang bertolak belakang di dalam satu pribadi yang sama? Oleh sebab itu, saya ingin menanyakan pengguna-pengguna NSP, apakah anda sudah bersedia berkorban untuk orang lain dalam bentuk yang lain? Saya berkata demikian karena pada dasarnya para pengguna NSP mempunyai hati yang baik. Jika tidak, maka untuk apa mereka menggunakannya? Tunjukkan bentuk kebaikan anda terhadap orang lain itu tidak hanya dalam bentuk penggunaan NSP, namun juga bersedialah untuk meminjamkan handphone anda kepada teman yang membutuhkan, mengantarkan teman pulang, atau bahkan pengorbanan-pengorbanan lain yang tidak membutuhkan biaya.

Anggapan positif pada pengguna NSP itu akan berubah dalam benak saya apabila ternyata motivasi yang ada di balik penggunaan NSP mereka hanyalah untuk pamer dan gengsi semata. Pengguna-pengguna semacam inilah yang saya tidak setuju. Untuk apa anda buang-buang uang hanya untuk meningkatkan gengsi anda? Berapa persen penelpon akan menganggap pengguna NSP adalah orang yang ”berada”? Saya meyakini bahwa sebagian besar orang tidak akan membedakan anggapannya terhadap sesorang hanya berdasarkan kepada penggunaan NSP di handphone mereka. Bagimana dengan anda?

NSP adalah satu-satunya proyek bisnis di dunia musik yang belum terjangkau oleh pembajakan. Bisnis NSP ternyata lebih menjanjikan dibandingkan dengan bisnis CD atau kaset, setidaknya demikian menurut Tantowi Yahya yang disampaikannya pada saat beliau sedang membawakan sebuah acara penghargaan bagi insan musik Indonesia di sebuah stasiun televisi swasta. Sadarkah anda siapa yang sedang dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan para penyedia layanan NSP sehingga bisnis NSP dapat berkembang menjadi bisnis yang sedemikian menjanjikan? Jawabannya saya yakin sudah muncul di benak anda, bahwa pengguna-pengguna yang termakan gengsi dan kengangguren itulah yang menjadi sasaran empuk para pebisnis-pebisnis yang jeli melihat peluang dari aspek psikologis ini. Apakah anda adalah korbannya? Semoga jawabannya adalah tidak.

Dengan demikian, apakah saya menentang penggunaan NSP? Bukan berarti demikian. Saya tidak setuju dengan orang-orang yang menggunakan NSP dengan motivasi dan latar belakang hanya untuk gengsi dan meningkatkan status sosial mereka. Apabila motivasi anda di luar itu, atau apabila anda bukanlah pengguna NSP, tentu saja tidak ada masalah yang berarti. Lupakan saja tulisan ini. Mungkin anda menggunakannya karena iseng, terlalu banyak uang, daripada pulsa tidak habis terpakai, atau menganggap biaya penggunaan NSP hanyalah uang berjumlah kecil yang tidak perlu dipermasalahkan, silahkan saja. Hal itu murni merupakan hak anda terhadap handphone anda pribadi, bukan?

Akhir kata, semua orang tidak sempurna, pasti setiap dari kita akan melakukan kesalahan, atau dengan kata lain, ”Saya tidak mau dikritik oleh orang yang saya rasa tidak lebih benar dari saya!”. Sebuah ungkapan paling bodoh untuk siapa yang tidak bersedia mengakui besarnya kesalahan yang ada pada dirinya sendiri. Tidak sependapat? Saya menunggu segala jenis tanggapan, saran, maupun kritik di email saya.


Ivan Arista S.

Graduate Student of MBA Program

National Taiwan University of Science and Technology

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Email : ivan_arista@yahoo.com

MSN : ivan_arista@hotmail.com

Mobile (Taiwan) : +886 (0) 9 888 15140 (New)

Mobile (Indonesia) : +62 (0) 81 8300 679